Kamis, 12 Januari 2012

Pengaruh musik dalam kehidupan sehari hari

musik adalah alunan yang terdiri dari nada yang membentuk suatu irama yang indah , dengan musik kita bisa membentuk kepribadian kita bisa berimajinasi tentang suatu hal yang menarik yang bisa membangkitkan gairah dalam hidup kita , bisa memberikan dampak energi positif dalam tubuh , dengan mendengarkan musik kita pasti akan merasa rileks tenang pikiran dan jiwa , hati senang dan gembira

Kamis, 05 Januari 2012

pemuda dan sosialisasi

organisasi pemuda yang umumnya ada di setiap lingkungan warga adalah karang taruna , karang taruna adalah organisasi para pemuda yang tumbuh dan berkembang atas kesadaran dan tanggung jawab sosial dari oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda tersebut di wilayah desa atau kelurahan setempat, peranan mereka alam masyarakat adalah sebagai sarana pembantu kesejahteraan rakyat desanya misalkan sebagai sarana partisipasi rakyat dalam membentuk usaha kesejahteraan rakyat desa setempat , organisasi ini sangat membantu masyarakat desa tersebut yang masih awam dengan segala hal baru , dengan adanya organisasi tersebut bisa sangat membatu sekali dalam mensosialisasikan berbagai hal hal baru ,, sehingga masyarakat pedesaan tersebut merasa terbantu dengan adanya karang taruna tersebut

pulang ke rummah part 1

semalem kan saya pulang dari depok menuju tangerang , nah naiknya dari termnal ps.minggu pas lagi naik angkot mau ke terminal sih masih lancar lancar aja , eh pas sampe di ps.minggunya saya diturunin di lampu merah , kesel banget tuh padahal dikiiiiiiit lagi sampe yaudah saya turun aja nyari angkot lagi , pas turun saya nyebrang tuh , eh nanya ke suppir angkot " bang .. bang , ke terminal ga bang ? " si abang jawab "engga neng cuma lewat depan terminal aja ga masuk ke terminalnya " , pas itu lagi rame banget deh , beeeeeeh bising banget deh sampe sampe ga denger apa yang abang angkot jawab , saya jawab "apaan ? .. apaan baaaang , ga kedengeran ?" , eh tau tau ibu ibu nyaut " GA MASUK KE TERMINALNYA MBA , cuma lewat aja , lagian kan terminal udah deket di depan " yeeeeeee dalam hati saya menggerutu " santai dong bu , namanya juga berisik , lagian juga suka suka saya mau naik angkot apa jalan , kocak !?" yaudah tuh saya langsung naik aja ke dalem angkotnya , eh laper pas diangkot yauadah ada kue (lumayan buat cemilan) saya makannin aja deh. Waktu itu jam 5an kayanya di ps.minggu maceeet banget , macet semacet macetnya , pas lagi diangkot saya diem aja tuh karena kuenya abis , lagi enak enak bengong saya tersadar "oh no ! terminal noh " yaudah saya bergegas turun , pas lagi mau turun tau tau tangan ibu ibu menghampiri tangan saya dan berkata " jangan turun dulu BECEK di depan aja kering " denger tuh ibu ibu bilang gitu langsung deh hati yang berbicara" nih ibu ibu ribet banget deh , ya allah timbang turun doang aja milih milih , toh ga ngasih perubahan kan di terminal itu, kocak " udah tuh turun tapi bayar dulu , udah tuh saya langsung jalan ke terminal naik ke bis ke arah bandara , pas naik sepi banget deh , ngeri ngeri gimana gitu , tapi serahkan semua sama Allah aja deh , ga berapa lama jalan ada yang naik lagi , ada lagi , ada lagi sampe penuh ya ga penuh banget sih, udah tuh jalaaaaaaannnnn , ngeng...... ngeng..... ngeng  , kurang lebih gitu deh bunyinya . kan udah jalan tuh sama kaya tadi ceritanya macet semacet macetnya macet ,  mau masuk ke tol tebet aja ngantrinya panjaaaaaaaang banget , yaudah tuh dengerin musik aja saya , eh bosen telponan sama ibu deh , eh pulsanya ibu abis yaudah udahan telponya jadi dengerin lagu lagi , waktu terus berlalu dengan kegiatan yang gitu gitu aja ( mau ngapain lagi emang di bis ? hayo jawab ? ) . Masuklah tol tebet seneng tuh saya eh senengnya cuma beberapa saat aja ga ada sejam lah , macettt lagi , kebiasaan di jakarta yang ga bisa ilang kecuali pas CAR FREE DAY , huhuhu itu juga di bunderan HI sampe SENAYAN doang (iya kan ya , kalo salah maaf ya ) macet pun terus menggerogoti keceriaan hati semakin dalam semakin dalam  #loh , faktor utama yang bikin bosen adalah kemacetan , abis bisnya jalannya dikit dikit , sekalinya jalan cuma sebentar doang abis itu berenti , haduh bosan sebosann bosannya , pas lagi menikmati kebosanan itu ada bis polisi lewat , jalan yang tadinya macet jadi sedikit lancar , nahhh yang bikin keselnya bis yang saya naikin malah anteng aja di jalurnya , minimal ngikutin ya dibelakangnya eh supirnya tetep setia di jalurnya , OH GOD plisss banget sadari driver bis ini (dalam hati saya berdoa begitu ) tapi doa saya berkata lain , driver pun tetap setia dengan jalurnya ,, okeee saya pun mencoba menikmati itu . Setelah 2 jam 30 menit di perjalanan tol sedyatmo pun terlihat gembira pun melanda hati , karena bandara pun sudah dekat , teerminal 1 B tujuan saya , namun saya dan ayah saya tidak bertemu yang sebelumnya sudah janjian di terimnal 1 B , To Be Continue ye

warga negara dan negara

Warganegara dan Negara

Pada waktu sebelum terbentuknya Negara, setiap individu mempunyai kebebasan penuh utnuk melaksanakan keinginannya. Dalam keadaan dimana manusia di dunia masih sedikit hal ini isa berlangsung tetapi dengan makin banyaknya manusia berarti akan semakin sering terjadi persinggungan dan bentrokan antara individu satu dengan lainnya.. Akibatnya seperti kata Thomas  Hobbes (1642) manusia seperti serigala terhadap manusia lainnya (homo hominilopus) berlaku hokum rimba yaitu adanya penindasan yang kuat terhadap yang lemah masing-masing merasa ketakutan dan merasa tidak aman di dalam kehidupannya. Pada saat itulah manusia merasakan perlunya ada suatu kekuasaan yang mengatur kehidupan individu-individu pada suatu Negara.
Masalah warganegara dan engara perlu dikaji lebih jauh, mengingat demokrasi yang ingin ditegakkan adalah demokrasi berdasarkan Pancasila. Aspek yang terkandugn dalam demokrasi Pancasila antara lain ialah adanya kaidah yang mengikat Negara dan warganegara dalam bertindak dan menyelenggarakan hak dan kewajiban serta wewenangnya. Secara material ialah mengakui harkat dan marabat manusia sebagai mahluk Tuhan, yang menghendaki pemerintahan untuk membahagiakannya, dan memanusiakan waganegara dalam masyarakat Negara dan masyarakat bangsa-bangsa.

Negara, Warga Negara, dan Hukum
Negara merupakan alat (agency) atau wewenang (authory) yagn mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Oleh karena itu Negara mempunyai dua tugas yaitu :
  1. mengatur dan mengendalikan gejala-gejala kekuasaan yang asosial, artinya yang bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan
  2. mengorganisasi dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhny atau tujuan sosial.
Pengendalian ini dilakukan berdasarkan hukum dan dengan peraturan pemerintah beserta lembaga-lembaganya. Hukum yang mengatur kehidupan masyarakat dan nyata berlaku dalam masyarakat disebut hukum positif. Istilah “hukum positif” dimaksudkan untuk menandai diferensiasi, dan hukum terhadap kaidah-kaidah lain dalam masyarakat tampil lebih jelas, tegas, dan didukung oleh perlengkapan yang cukup agar diikuti anggota masyarakat.
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah atau larangan-larangan) yang mengurus tata tertib alam hukum masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat. Simorangkir mendfinisikan hukum sebagai peraturan – peraturan yang memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu.

PELAPISAN SOSIAL

Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelasyang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang


Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai  latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Jika dilihat dari kenyataan, maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.
Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.


B.PELAPISAN SOSIAL CIRI TETAP KELOMPOK SOSIAL

Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh sistem sosial masyarakat kuno. Seluruh masyarakat memberikan sikap dan kegiatan yang berbeda kapada kaum laki-laki dan perempuan. Tetapi hal ini perlu diingat bahwa ketentuan-ketentuan tentang pembagian kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang kemudian menjadi dasar daripada pembagian pekerjaan, semata-mata ditentukan oleh sistem kebudayaan itu sendiri.
Didalam organisasi masyarakat primitif, dimana belum mengenal tulisan, pelapisan masyarakat itu sudah ada. HAl ini terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:
1) Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan hak dan kewajiban;
2) Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa;
3) adanya pemimpin yang saling berpengaruh;
4) Adanya orang-orang yang dikecilkan di luar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum (cutlaw men);
5) Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri;
6) Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.

C. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL

Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

– Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

- Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

D.PEMBEDAAN SISTEM PELAPISAN MENURUT SIFATNYA

Menurut sifatnya, sistem pelapisan dalam masyarakat dibedakan menjadi:
1) Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, pemindahan anggota masyarakat kelapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi, kecuali ada hal-hal istimewa. Di dalam sistem yang tertutup, untuk dapat masuk menjadi dari suatu lapisan dalam masyarakat adalah karena kelahiran. Di India, sistem ini digunakan, yang masyarakatnya mengenal sistem kasta. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat terbagi ke dalam :
-Kasta Brahma : merupakan kasta tertinggi untuk para golongan  pendeta;
-Kasta Ksatria : merupakan kasta dari golongan bangsawan dan tentara yang dipandang sebagai lapisan kedua;
-Kasta Waisya : merupakan kasta dari golongan pedagang;
-Kasta sudra : merupakan kasta dari golongan rakyat jelata;
-Paria : golongan bagi mereka yang tidak mempunyai kasta. seperti : kaum gelandangan, peminta,dsb.
E. BEBERAPA TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:
1) Masyarakat terdiri dari Kelas Atas (Upper Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
2) Masyarakat terdiri dari tiga kelas, yaitu Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
3) Sementara itu ada pula sering kita dengar : Kelas Atas (Upper Class), Kelas Menengah (Middle Class), Kelas Menengah Ke Bawah (Lower Middle Class) dan Kelas Bawah (Lower Class).
Para pendapat sarjana memiliki tekanan yang berbeda-beda di dalam menyampaikan teori-teori tentang pelapisan masyarakat. seperti:
- Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah, dan melarat.
-Prof.Dr.Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan  bahwa selama didalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
-Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada 2 kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu, yaitu golongan elite dan golongan non elite.
-Gaotano Mosoa, sarjana Italia. menyatakan bahwa di dalam seluruh  masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah.
-Karl Marx, menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

pelapisan sosial dan kesamaan derajat

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
Ukuran kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan

a. Masyarakat desa
Masyarakat desa memiliki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam dibandingkan masyarakat kota. Biasanya mereka hidup berkelompok dan mayoritas bermata pencaharian petani. Pekerjaan di luar pertanian hanya sekedar sampingan, meskipun ada pula sebagian kecil yang berstatus pegawai negeri, TNI, POLRI, maupun karyawan swasta, namun persentasenya relatif kecil.

Kepala desa, tokoh masyarakat dan golongan kaum tua lebih dominant berpengaruh dan memegang peranan penting sera menjadi tokoh panutan bagi warga setempat san keputusan – keputusannya sangat mengikat bahkan telah dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari – hari dan menjadi adat setempat.

Rasa persatuan sangat kuat san menimbulkan saling kenal mengenal dan saling tolong menolong atau gotong royong dalam segala hal. Alat komunikasi sangat kurang sehingga komunikasi yang berkembang cenderung sangat sederhana bahkan desas – desus, kasak – kusuk masih menjadi kebiasaan dan sangat cepat diterima oleh masyarakat, meskipun hal itu biasanya dilakukan pasa hal-hal yang mengarah negatif.

b. Masyarakat Kota
Kehidupan masyarakat kota, cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan lainnya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong menolong dan gotong royong mulai pudar dan kepedulian social cenderung berkurang.

c. Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota
Perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat desa adalah sebagai berikut :
1)Masyarakat kota memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  a.Terdapat spesialisasi dari variasi pekerjaan.
  b.Penduduknya padat dan bersifat heterogen.
  c.Norma-norma yang berlaku tidak terlalu mengikat.
  d.Kurangnya kontrol sosial dari masyarakat karena sifat gotong royong mulai menrun.

2)Masyarakat desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  a.Jumlah penduduk tidak terlalu padat dan bersifat homogen.
  b.Kontrol sosial masih tinggi.
  c.Sifat gotong royong masih kuat; dan
  d.Sifat kekeluargaannya masih ada.
Perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat di desa, misalnya ketika membuat rumah di desa dilakukan dengan gotong royong sedang di kota pada umumnya dilakukan dengan membayar tukang. Hubungan sosial kemasyarakatan di desa dalam satu desa antara satu RT () atau RW (Rukun Warga) terjadi saling mengenal, sedangkan di kota sudah mulai hilang hubungan sosial kemasyarakatannya misalnya antara satu RT (Rukun Tetangga) dengan RT yang lainnya pada umumnya tidak saling mengenal.

KELUARGA IDEAL

keluarga ideal adalah suatu keluarga yang terdiri dari orang tua (ayah dan ibu) dan anak anak , menurut saya untuk mencapai suatu keidealan dalam keluarga harus ada faktor pendukung dari lingkungan dan individual itu sendiri , misalnya terjalin komunikasi yang baik antara kedua orang tua dan anak anaknya, saling menjalin kasih sayang saling pengertian dan saling memenuhi satu sama lain , misalnya sebagai seorang ayah yang perannya sebagai kepala keluarga yang wajib menafkahi keluarganya bisa menjadi pemimpin yang baik bisa menjadi pelindung keluarganya sehingga merasa aman dan nyaman , peranan seorang ibu adalah sebagai isteri yang mengurus rumah tangga , sebagai pengasuh anak anaknya , sebagai pelindung , sebagai pendidik anak anaknya , dan mencari nafkah juga membantu suami (tetapi biasanya isteri yang baik adalah ibu rumah tangga yang mengurusi rumah tangga dan segala sesuatu yang bersangkutan dengan keluarganya) sedangkan anak anak melakukan peranan dalam tingkat perkembangan fisik, mental , dan psikologinya

Rabu, 04 Januari 2012

Masyarakat perkotaan dan Masyarakat pedesaan

masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang umumnya tinggal diperkotaan dengan standar ekonomi menengah ke atas , dengan segala kesibukan yang tiada henti mayoritas orang yang tinggal di perkotaan adalah pengusaha atau pegawai perusahaan terkemuka , tapi tiak sedikit pula masyarakat desa yang datang ke kota untung mengubah hidupnya atau sekedar untuk mencari mata pencaharian untuk kelangsungan hidup diri sendiri  maupun keluarganya . namun pengertian dari masyarakat pedesaan itu sendiri umunya adalah orang yang tinggalnya di pedesaan tapi terkadang banyak orang yang mengira bahwa masyarakat pedesaan mayoritaas orang orang yang ekonominya menengah kebawah padahal kenyataannya banyak orang yang tinggal di desa itu orang yang kaya hartanya orang orang ningrat tapi tidak semua orang ningrat ada di desa . menurut saya sudah terjadi simbiosis mutualisme yang terjadi tapi masih sedikit orang yang punya pikiran untuk membantu masyarakat desa yang masih minim fasititas seperti listrik , air bersih ,,,
namun permulaan itu pasti akan berdampak positif sehinngga hubungan timbal balik antara penduduk kota dan penduduk desa bisa berjalan lancar

ILMU PENGETAHUAN DAN KEMISKINAN

Ilmu pengetahuan di indonesia saat ini masih sangatlah kurang karena dari tingkat pendidikan penduduk indonesia yang masih sangat minim , banyak penduduk indonesia yang pendidikannya tidak tamat seperti hanya sampai smp bahkan ada yang sd pun tidak tamat dikarenakan ekonomi yang sulit , itu juga yang dapat menyebabkan populasi kemiskinan di indonesia masih sangat besar , kemiskinan disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan dan minimnya sumber daya manusia itu sendiri  . Namun dari sekian banyak kemiskinan yang disebabkan karena minimnya pendidikan , kemajuan IPTEK pun semakin pesat seperti di negara negara maju dan itu membuat negara yang masih berkembang seperti indonesia ini makin tertinggal dan untuk sumber daya manusianya sendiri makin sulit untuk ikut bersaing , tapi tidak semua penduduk di indonesia buta akan kemajuan IPTEK seperti halnya mahasiswa berprestasi di indonesia yang bisa mengharumkan nama bangsa indonesia dengan penemuan atau hasil karya ilmiahnya , misalnya dalam hal robotika , atau membuat mobil hemat energi , dengan demikian orang orang berprestasi tersebut bisa menjadikan negara indonesia dari negara maju menjadi negara berkembang , asdapun dampak negatif dari kemajuan IPTEK yaitu banyak kejahatan di dunia maya yang menjual jasa jasa atau barang yang sangat menggiurkan dan berakibat pada penipuan , bisa juga pencurian data data penting negara yang bisa dengan bebas beredar di internet

KEBUDAYAAN BALI


kebudayaan bali adalah kebudayaan yang berasal dari indonesia , pulau bali adalah pulau yang sangat indah dan memiliki ragam budaya dan biota laut yang sangat indah dan menarik untuk kita ketahui dan kita kunjungi , kebudayaan bali misalnya , ada perayaan nyepi yang disebut hari raya nyepi . Hari raya nyepi ini adalah hari besar bagi umat hindu untuk pemujaan terhadap dewa dewa yang mereka anggap suci , kebiasaan orang bali adalah dengan serangkaian upacaranya dan karakter penduduk di bali juga ramah ramah , mereka masih menerapkan rasa kebersamaan yaitu gotong royong , saling embantu sesama penduduk  ,,,
tempat tempat yang menarik di bali sangat banyak sekalii, misalnya tempat yang pernah saya kunjungi yaitu pantai kute, tanah lot , kintamani, gianyar ,gilimanuk daan masih banyak lagi .
ada juga kesenian dari bali yang sangat saya sukai yaitu tari kecak ,, butuh latihan cukup lama untuk para pemula ,,
dengan semua ragam budaya , seni , kebiasan orang bali pasti ada sisi negatif dan sisi positif dari budaaya tersebut , yaitu :
positif : budaya dari bali ini bisa dijadikan sebagai sebagai tepat wisata yang menarik yang bisa menarik para wisatawan asing , sebagai pahalawan devisa juga
negatif : mereka yang masih suka menyembah patung patung yang mereka katakan sebgai dewa suci , mereka yang masih mempercayai iblis iblis jahat yang bisa merasuki mereka jikalau saat perayaan hari besar atau perayaan lainnya mereka sedang dalam keadaan tidak suci maka mereka akan terkena tulah atau tertimpa bencana pada keluarganya  ,